6 Sekolah di Banyumas Raih "Sekolah Adiwiyata Nasional"
Bupati Banyumas Ir Achmad Husein menerima enam kepala sekolah peraih Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, Rabu (14/1) di ruang kerjanya. Enam kepala sekolah tersebut adalah Nunik Sumilah Kepala SDN 2 Sokaraja Kulon, Tugino Kepala SMAN Rawalo, M Tohar Kepala SMAN 2 Purwokerto, Muhammad Husein Kepala SMAN Banyumas, Usrin Kepala SMPN 9 Purwokerto dan Puji Astuti Kepala SDN Locondong Desa Losari Kecamatan Rawalo.
PLT Kepala BLH Imam Pamungkas mengatakan bahwa setelah menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional, keenam sekolah tersebut pada tahun 2016 diproyeksikan untuk menjadi sekolah adiwiyata mandiri. “Keenam sekolah pada tahun ini akan melakukan pendampingan kepada 10 sekolah lain, agar menjadi sekolah adiwiyata kabupaten dan pada akhirnya akan menuju Asian Green School,” kata Imam.
Bupati Banyumas menyambut baik penghargaan yang diterima karena menjadi kebanggaan sekolah maupun Banyumas, menurutnya perubahan perilaku ke arah ramah lingkungan berdampak besar terhadap keberlanjutan pembangunan dan lingkungan hidup. Untuk mewujudkan kesadaran tersebut bukanlah merupakan hal yang mudah karena kesadaran tidak hanya didasarkan pada pengetahuan atau pemahaman dari informasi yang diterima semata, namun kesadaran lebih berdasarkan pada kebiasaan yang terbangun. “Kebiasaan hidup sehat, sudah dimulai dari sekolah akan memberi efek domino pada lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.
Untuk itu Bupati berpesan agar menularkan kepada sekolah lain untuk mendapat penghargaan yang sama. “Sekolah Adiwiyata Nasional akan mampu mencetak pemimpin yang peduli lingkungan di masa mendatang. Karena itu, sekolah tidak hanya berprestasi secara akademik akan tetapi juga harus berprestasi membangun kepribadian yang cinta lingkungan,” jelasnya.
Karena arti pentingnya kesehatan dan lingkungan Bupati berpesan agar kedepan sekolah-sekolah di Banyumas menjadi sekolah yang bersih, sehat dan ramah lingkungan seperti enam sekolah ini. Penghargaan jangan hanya predikat dan catatan lembaran tulisan, tetapi harus menjadi semangat dan memberi manfaat pada masyarakat dan generasi berikutnya. Kedepan setiap sekolah akan diberi tugas memelihara dan merawat tananam dipinggir jalan dimana sekolah menjadi ayah angkat tanaman “Sisihkan waktu minimal setengah jam dalam seminggu untuk memelihara tanaman,” pinta Bupati.
Usai acara PLT Kelapa BLH Imam Pamungkas, pihaknya pada tahun 2015 menargetkan 8 Sekolah memperoleh penghargaan yang sama masing-masing SMA N Ajibarang, SMA N Jatilawang, SMP N 1 dan 2 Baturraden, SMP N 1 Karanglewas, SD N Keniten Kedungbanteng dan SDN 1 Pamijen Baturraden.
Turut hadhir pada kesempatan tersebut Asekbangkesra Didi Rudwianto, PLT Kepala Badan Lingkungan Hidup Imam Pamungkas dan Kepala Dinas Pendidikan Purwadi Santoso. Parsito : Pemberitaan dan Dokumentasi.
sumber : http://www.jatengprov.go.id